Pernah nggak sih, kamu membuka media sosial dan melihat pencapaian teman yang seolah tanpa cela? Karier menanjak, hobi baru yang keren, kehidupan sosial yang seru.
![]() |
Ulasan Buku: Semoga Kamu Bisa Tersenyum Hari Ini |
Lalu, tiba-tiba muncul perasaan kecil di dalam hati, seolah hidup kita ini hanyalah sebuah perlombaan tanpa henti di mana kita selalu tertinggal di belakang.
Rasa ingin menjadi yang ‘terbaik’ ini memang manusiawi. Sejak kecil, kita sering didorong untuk berkompetisi.
Namun, seiring berjalannya waktu, tekanan itu bisa terasa begitu melelahkan. Jika kamu sedang merasakan hal yang sama, mungkin buku ini adalah ‘teman ngobrol’ yang kamu butuhkan.
Sebuah pengingat lembut bahwa hidup bukanlah tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finis.
Detail Buku:
- Judul: Semoga Kamu Bisa Tersenyum Hari Ini
- Penulis: Marcella Viona Legoh
- Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
- Terbit: Agustus 2025
- Tebal: 116 Halaman
- ISBN: 978-623-04-2396-3
Melalui kumpulan esai pendeknya, Marcella Viona Legoh seolah mengajak kita untuk menarik napas sejenak, berhenti berlari, dan mulai menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan.
Belajar Menerima ‘Jalan Berlubang’ dalam Hidup
Salah satu pesan kuat yang saya tangkap dari buku ini adalah tentang seni menurunkan ekspektasi.
Sering kali kita kecewa pada diri sendiri karena kenyataan tidak sesuai dengan rencana sempurna yang kita susun di kepala.
Seperti yang sering saya ungkapkan pada banyak kesempatan. "Manusia punya harapan tetapi keadaan punya kenyataan."
Kita membayangkan hidup seharusnya seperti jalan tol yang lurus dan mulus.
Buku ini mengajak kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda: bagaimana jika kita menganggap hidup ini memang sebuah jalan pedesaan yang berliku dan penuh lubang?
Dengan pola pikir ini, kita jadi lebih siap menghadapi setiap ketidakpastian. Ketika rintangan datang, kita tidak akan terkejut.
Sebaliknya, saat kita menemukan bentangan jalan yang mulus, rasa syukur dan bahagianya akan terasa berkali-kali lipat. Sebuah pergeseran perspektif yang sederhana namun sangat menenangkan.
Seni Menemukan Kembali Rasa ‘Istimewa’
Marcella juga menyinggung tentang sifat manusia yang mudah terbiasa, yang dalam psikologi sering disebut adaptasi hedonis.
Ia menggambarkannya dengan analogi yang sangat relevan: semangkuk mi instan akan terasa luar biasa nikmat saat kita sedang diet ketat.
Namun, jika kita memakannya setiap hari, rasa istimewa itu perlahan akan memudar menjadi hambar.
Hal ini menyadarkan saya bahwa untuk bisa benar-benar menghargai rasa manis, terkadang kita perlu merasakan pahitnya terlebih dahulu. Hidup butuh kontras.
Buku ini mengingatkan bahwa momen-momen sulit atau ‘hambar’ bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian penting yang membuat momen-momen bahagia terasa jauh lebih berharga.
Sebuah Pengingat Hangat tentang Rasa Syukur
Di tengah narasi tentang penerimaan diri, terselip pula pengingat hangat tentang rasa syukur.
Penulis berbagi cerita tentang pengalamannya di dunia kerja, di mana ia bisa menikmati hal-hal seperti tunjangan kantor atau makan siang gratis.
Di saat yang sama, ada rekan kerja yang terus-menerus merasa kurang dan menginginkan lebih.
Cerita ini bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengajak kita melihat sekeliling. Hari ini, kita masih bisa menikmati secangkir kopi hangat? Masih bisa tertawa lepas bersama sahabat?
Masih bisa tidur di kasur yang nyaman? Buku ini seolah berbisik, “Lihat, bukankah itu sebuah kemewahan tersendiri?”
Rasa syukur, ternyata, adalah kunci untuk menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang sering kita anggap biasa saja.
Kesimpulan
“Semoga Kamu Bisa Tersenyum Hari Ini” bukanlah buku motivasi yang akan mendorongmu untuk bekerja lebih keras agar bisa melampaui orang lain.
Sebaliknya, buku ini terasa seperti sebuah pelukan hangat dari seorang teman yang mengatakan, "Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Kamu sudah melakukan yang terbaik."
Ini adalah bacaan ringan yang dampaknya terasa mendalam, cocok dibaca di sela-sela kesibukan saat kita butuh jeda dari hiruk pikuk dunia.
Aku harap setelah kamu membacanya, aku, kamu, dan kita semua bisa menemukan alasan untuk benar-benar tersenyum hari ini.
Posting Komentar